Berbekal teleskop luar angkasa baru, China berburu planet mirip Bumi

China sedang mempersiapkan teleskop luar angkasa baru untuk penelitian dan perburuan planet ekstrasurya. Yakni Earth Telescope 2.0 yang dikatakan memiliki sensitivitas lebih tinggi dari teleskop Kepler milik NASA.

Misi pencarian exoplanet berbasis ruang angkasa China diusulkan oleh Shanghai Astronomical Observatory (SAO).
Baca juga

Jajaran laptop Lenovo Yoga dirilis di Indonesia dan ditenagai oleh prosesor Intel Generasi ke-12
Belanja game di Indonesia mencapai US$2 miliar per tahun
Tautan untuk membaca One Punch Man 166 dan Spolier Tingkat Lanjut pertarungan Saitama vs Garou
TV Digital STB ditengarai jadi alat kampanye Pilkada 2024
Samsung Custom AirDresser Dirilis, Harga Rp 25 Juta

Sebagai bagian dari misi tersebut, China akan meluncurkan Earth Telescope 2.0, yang akan mengorbit Matahari-Bumi selama empat tahun.

Di sekitar orbit itu, China akan memasang tujuh teleskop untuk mencari tanda-tanda gerhana ketika sebuah planet transit di sebuah bintang atau lewat di depannya dalam orbitnya.

Tujuan utama dari misi Cina adalah sebuah planet ekstrasurya seukuran Bumi dengan orbit serupa di sekitar bintang mirip Matahari.

Misi ini membutuhkan sensitivitas tinggi untuk mengamati sinyal transit planet kecil, serta pemantauan jangka panjang.

Teleskop akan mengukur ukuran planet dan periode orbitnya untuk mengidentifikasi calon pengamatan lebih lanjut mengenai potensi kelayakan planet tersebut.
arrow_forward_iosBaca selengkapnya
Didukung oleh GliaStudio
planet ekstrasurya. [Melmak/Pixabay]

“Calon planet ini dapat dilacak dengan teleskop berbasis darat untuk mendapatkan pengukuran massa dan kepadatannya,” kata Ge Jian, profesor di SAO, dikutip dari Space.com, Rabu (11/5/2022).

Misi tersebut akan mengikuti pengamatan area luar angkasa yang telah dipelajari oleh teleskop antariksa Kepler NASA selama sembilan tahun.

Tetapi Earth Telescope 2.0 akan memiliki bidang pandang yang jauh lebih besar. Artinya teleskop dapat mengamati area yang lebih luas.

Bidang pandang Kepler adalah 115 derajat persegi dan mampu mengamati setengah juta bintang dan menemukan 2.392 exoplanet.

Sayangnya, dari ribuan planet, tidak ada satu pun planet di sekitar bintang mirip matahari yang berpotensi menjadi kembaran Bumi.

Sebagai perbandingan, Earth Telescope 2.0 akan mencakup 500 derajat persegi dan diharapkan untuk memantau 1,2 juta bintang selama misi empat tahun menggunakan enam hingga tujuh teleskop 12 inci.

“Jika tingkat kemunculan Bumi 2.0 adalah 10 persen, kita perlu mencari sekitar 2.000 bintang mirip Matahari untuk mendeteksi transit Bumi 2.0,” tambah Ge.
Teleskop Kepler NASA. [NASA]

Simulasi survei para peneliti menunjukkan bahwa teleskop mampu menemukan sekitar 30.000 planet baru.

Secara khusus, teleskop ketujuh akan dilengkapi dengan sensitivitas untuk mendeteksi planet dingin, berbatu, atau mengambang bebas seukuran Mars.

Keputusan pendanaan untuk misi Earth Telescope 2.0 diharapkan akan diumumkan pada Juni 2022.

Jika misi Earth Telescope 2.0 dipilih, tim akan mulai mempersiapkan satelit untuk diluncurkan pada 2026.

Mari kita nantikan saja peluncuran teleskop antariksa baru China, apakah sehebat teleskop Kepler NASA dalam mempelajari exoplanet. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Sumber :